Bayi Kuning Apakah Penyebabnya?

Secara umum bayi yang baru lahir memiliki warna kulit yang kemerah-merahan, hal ini karena kadar hemoglobin dalam darah bayi pada level yang tinggi tetapi kemudian akan turun dalam beberapa waktu. Di dalam sel RES dan sel hati, hemoglobin ini kemudian memecah dirinya menjadi biliverdin dan kemudian berubah lagi menjadi billirubin. Karena jumlah hemoglobin yang tinggi maka menghasilkan bilirubin yang tinggi pula. Tingginya bilirubin tadi menjadi penyebab bayi kuning.

Bilirubin merupakan zat bersifat racun yang harus dikeluarkan oleh organ hati. Di sisi lain organ hati pada bayi baru lahir belum berkembang secara sempurna sehingga tidak mampu mengeluarkan bilirubin dengan maksimal. Dengan tingkat bilirubin yang tinggi sementara tubuh bayi tidak mampu mengluarkannya, maka terjadilah ikterus atau bayi kuning. Tetapi ada juga beberapa hal lain yang dapat memperbesar peluang terjadinya bayi kuning, yaitu ibu bayi menderita diabetes, dan penyakit infeksi pada bayi seperti meningitis dan infeksi saluran kemih.

Untuk mengatasi bayi kuning, tindakan medis yang dilakukan adalah dengan fototerapi. Yaitu melakukan penyinaran berwarna biru pada tubuh bayi. Sinar biru yang diserap oleh kulit bayi akan dapat memecah bilirubin sehingga dapat dikeluarkan melalui urin. Sementara untuk perawatan di rumah, orang tua dapat menggunakan sinar matahari sebagai pengganti fototerapi. Saran terbaik adalah dengan menjemur tubuh bayi, khususnya bagian dada, perut, dan punggung bayi di bawah sinar matahari.

Ada dua hal penting yang harus diperhatikan oleh orang tua saat menjemur bayi kuning, yaitu:

  1. Waktu yang tepat untuk menjemur bayi kuning adalah pada saat matahari mulai naik, tetapi tidak terlalu terik yaitu sekitar jam 8 sampai 9 pagi. Pakaian bayi dapat dilepas, tetapi selimut juga diperlukan untuk menjaga bayi dari kedinginan saat cuaca sedang berangin.
  2. Meskipun bagian wajah dan mata bayi berwarna kuning dan memerlukan sinar matahari, sebaiknya mata terhindar dari kontak langsung dengan sinar matahari. Posisi terbaik adalah bayi terlentang atau tengkurap membelakangi matahari, sehingga sinar matahari datang dari belakang kepala bayi.

Kemudian pada saat bayi ditidurkan di dalam ruangan, sebaiknya posisinya berdekatan dengan jendela sehingga tubuh bayi mendapatkan sinar matahari. Hal penting lain yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa bayi kuning memerlukan banyak asupan cairan, maka pemberian Asi dalam intensitas yang tinggi sangat diperlukan oleh bayi.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by anak.info